Thursday, September 07, 2006

' my vespa stand in front of the office'

BERHARAP PADA WAKTU



Tidakkah kau mengerti ada denyut jantung yang memburu,
Menjelang malam-malam ku rapuh,
Pada semu kutorehkan seluruh rindu,
Pada jalan basah yang memantulkan lampu jalan masa lalu,
Sehabis gerimis, sehabis kau menangis…..

Pada semburat malam buta hatiku luruh,
Terkepung sunyi perih,
Dimana lagi getar itu,
Akupun tak tau,

Tidakkah sekian pijakan waktu langkahku semakin jauh?,
Tidakkah kaupun begitu?
Nurani dimanakah kau nurani?
Cinta dimanakah kau cinta?
Belahan hati dimanakah kau belahan hati?
Getaran jiwa dimanakah kau duhai getaran jiwa?
Tidakkah kau begitu cepat menghilang dari perjalanan takdirku?

Aku bertanya….,
Untuk kesekian malam aku bertanya,
Untuk kesekian hari aku bertanya,
Untuk kesekian bulan aku bertanya,
Untuk kesekian tahun aku bertanya ,
Pada apa , pada siapa itu tidaklah penting,
Yang aku tahu aku masih terkapar di sini,
Di sisi hati yang kurindu namun tak kembali lagi.
Aku hanya berharap pada waktu!….


Batam 31-05-04
Iwank

Wednesday, September 06, 2006

padamu kuberkisah tentang lara yang menyuguhkan gemerlapnya air mata,
pada sejuta kisah yang tak memiliki dan mempunya waktu tuk berkisah,
mungkin kau jenuh atau ingin membunuh waktu yang tak pernah berkata-kata,
atau membenarkan segalanya
.
"retro town in another country setting for the last time"

Pada setiap masa kita sering mengira-ngira bagaimanakah keadaan waktu itu terlebih lagi bagi seseorang yang memiliki ketertarikan akan suasana lampau "oldies" style yang sering menjejaki susana kota lampau,keadaan lampau,kendaraan lampau, bahkan makanan atau minuman dimasa lampau, hal seperti itu bisa saja terjadi bukan diartikan menolak secara mentah2 keadaan saat ini yang serba modern atau instant, melainkan ketertarikan yang berubah menjadi hoby bagi peminat oldies style itu sendiri.

Sunday, September 03, 2006


this lambretta in imagion my dream.KEBUNTUAN


Terus terang lama kutak menulis, entah dari mana pangkal kata-kata harus kumunculkan, dentuman gemuruh rasa di dada dan di kepala ini tak lagi seperti dahulu, sekarang serasa tumpul, sensitifitasku menulis serasa bukan lagi bagian dari jiwa ini, aku cuma bisa diam tanpa berbekal kata yang dapat kudiskusikan dengan jiwaku sendiri. Apa benar saat ini aku tidak lagi memahami jiwaku sendiri? apa benar tlah kubenamkan jiwaku pada Lumpur gelap pengap di comberan dasar kalbu ini, tanpa sudi kumenatap dan acuhkannya?
Padahal jiwaku tlah begitu lama menanti pelukan hangat dan cumbu rayuku sendiri, mungkin begitu letih jiwaku menanti dengan kesetiaannya yang melekat di jantungku ini mengharap kesadaranku bahwa aku tlah lama mengabaikannya, bahwa kutlah lama tak berjalan bersamanya, dan ku hanya berjalan cuma dengan kepala, hingga jiwaku melemah terdiam dengan senyuman kecutya, menelan ludah menahan air mata, hingga tak terdengar lagi rintihnya.
Apa benar saat ini aku tlah memasung jiwaku sendiri? Apa benar saat ini diriku telah berbuat aniyaya dengan jiwaku sendiri? Apa benar diriku kini bukanlah sobat yang asik untuk berdiskusi di serambi hati sambil mereguk secangkir doa bersama jiwaku sendiri? Apa benar diriku kini tlah menghianati jiwaku sendi? Apakah benar-benar diriku tlah menjadi musuh yang mengerikan bagi jiwaku sendiri?

Ingin rasanya kuberteriak memanggilmu duhai sang jiwa yang letih, dan mengutarakan sejuta rindu di rongga dada ini, lalu kupeluk engkau bukan dengan pelukan hampa, tapi dengan pelukan yang berbunga-bunga dan mencampakkan busana kesombongan diriku sendiri, karna hanya engkaulah sobat yang paling setia, yang telah menemaniku sejak masih dirahim bunda, kaulah yang telah di hembuskan oleh NYA kedalam relung kalbu (jantung) ku, kaulah yang menjaga kesadaranku, dan hanya engkaulah yang menjadi mediaku untuk menembus langit ke-tujuh.




Iwank and the soul 03:24
Btm 02-01-08